Beautiful.co.id
Keamanan Whatsapp Masih Sangat Rentan Untuk Diretas
Aplikasi

Keamanan Whatsapp Masih Sangat Rentan Untuk Diretas

Beautiful.co.id, Menlo Park – Belakangan memang marak kabar yang memberitakan tentang adanya spyware pada aplikasi perpesanan Whatsapp. Dan hal tersebut memang sistem keamanan aplikasi tersebut masih memungkinkan peretas untuk menempatkan spyware di handset para pengguna.

Adanya kelemahan tersebut dilaporkan oleh Financial Times (FT) yang terbilang sudah menggunakan Whatsapp terbaru. Disini malware pada ponsel bisa melakukan panggilan telepon pada terget, hal ini tentunya menjadi suatu hal yang patut diperhatikan karena aplikasi tersebut sangat banyak penggunanya.

Menurut yang dikutip FT, terdapat sebuah dealer perangkat lunak intuitif yang menjelaskan bahwa perangkat tersebut dikembangkan oleh perusahaan bayangan yang berbasis di Israel dengan nama NSO Group. Tujuannya diduga untuk membantu pemerintah dari Asia Barat ke Meksiko guna memata-matai aktivis dan jurnalis.

Dijelaskan oleh peneliti keamanan, kode buruk mempunyai kesamaan dengan pengembangan teknologi lainnya pada perusahaan yang sama, seperti yang dikutip The New York Times. Dan perlu diketahui, walau sudah dilengkapi dengan beragam keamanan, sebuah aplikasi tampak masih bisa menjadi sasaran peretasan, tepatnya untuk mencuri data dari pengguna. Lebih menarik, aplikasi tersebut juga masih banyak digunakan.

Diungkap oleh Check Point Software Technologies bahwa Telegram dan Whatsapp menjadi aplikasi yang paling rentan untuk diretas. Dikatakan pula bahwa informasi sengaja di sembunyikan hingga keamanan tersebut bisa dipastikan. Dalam hal ini ada ratusan pengguna yang bisa dikompromikan.

Hal serupa terkait kerentanan tersebut juga bisa terjadi pada gambar digital yang didalamnya disertai kode-kode. Hal ini sebelumnya juga diungkap oleh Check Point.

“Kerentanan ini telah menempatkan sekira ratusan juta pengguna WhatsApp dan Telegram yang berisiko pada akun mereka,” ungka Oded Vanunu

Leave a Comment

profile pic url
197,6k Followers
Follow